CIREBON – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon menerima kunjungan kerja dari jajaran tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cirebon. Pertemuan strategis ini digelar dalam rangka sinkronisasi data spasial terkait peta potensi investasi daerah dan pemetaan sebaran kawasan pemukiman di wilayah Kota Cirebon.

Kunjungan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa arah pembangunan ekonomi dan masuknya investasi baru di Kota Cirebon tetap berjalan selaras dengan rencana tata ruang serta perlindungan kawasan hunian masyarakat.

Gambar

Plt. Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Icip Suryadi, S.Sos., M.M. menyambut baik kehadiran tim BPN. Ia menegaskan bahwa integrasi data pertanahan dan tata ruang adalah kunci utama dalam memberikan kepastian hukum bagi para investor.

"Untuk menarik minat investor, kita harus menyajikan data yang akurat. Melalui kolaborasi dengan BPN, kami dapat memetakan dengan jelas mana saja lahan yang clean and clear untuk kawasan industri atau jasa, dan mana yang harus diproteksi sebagai kawasan pemukiman warga," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas pembaruan data peta digital. DPMPTSP memaparkan titik-titik strategis yang menjadi daya tarik investasi di Kota Cirebon, sementara tim BPN memberikan masukan teknis mengenai status tanah, zonasi tata ruang, serta tren perkembangan pemukiman penduduk yang kian dinamis.

Gambar

Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik guna lahan di kemudian hari. Dengan peta potensi investasi yang terintegrasi dengan data sebaran pemukiman BPN, calon investor dapat dengan mudah melihat zonasi yang diizinkan sebelum menanamkan modalnya.

Langkah kolaboratif ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kenyamanan serta hak-hak ruang hidup masyarakat lokal.