Cirebon – Jawa Barat merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan potensi pasar domestik yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 17,7 persen dari total penduduk Indonesia, Jawa Barat memiliki basis konsumen yang menjadi kekuatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di tengah potensi tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menempati posisi penting sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Barat. UMKM di Jawa Barat tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 61,2 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), menyerap lebih dari 7,8 juta tenaga kerja atau sekitar 65 persen tenaga kerja di Jawa Barat, serta memberikan kontribusi sekitar 18,7 persen terhadap total ekspor daerah.

Besarnya kontribusi UMKM tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas dan kemampuan penjualan pelaku usaha memiliki dampak langsung terhadap ketahanan sekaligus pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi daerah membutuhkan ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan pelaku usaha yang inovatif, adaptif, berdaya saing, serta siap mengakses pembiayaan dan investasi.

Sebagai salah satu upaya mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan AKSARA Jabar 2026 (Akselerasi Wirausaha Berdampak). Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan dan pengembangan usaha yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas bisnis, kesiapan investasi, legalitas usaha, serta penguatan jejaring dan kolaborasi antarpelaku usaha.

e4ff815c-839c-429e-a4c3-a16ba4e61ca8.webp

Dalam pelaksanaannya, DPMPTSP Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan DPMPTSP Kota Cirebon menyelenggarakan kegiatan Regional Offline AKSARA Jabar Tahun 2026 di Kota Cirebon. Kota Cirebon menjadi salah satu sasaran pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi para pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya DPMPTSP Kota Cirebon, turut memberikan dukungan dan fasilitasi guna menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wali Kota Cirebon serta Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, yang didampingi oleh Plt. Kepala DPMPTSP Kota Cirebon dan Plt. Kepala DKUKMPP Kota Cirebon.

Pelaksanaan AKSARA Jabar 2026 di Kota Cirebon berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari para pelaku usaha. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas, tetapi juga memberikan akses langsung kepada pelaku UMKM terhadap berbagai layanan yang mendukung keberlanjutan usaha.

Salah satu layanan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Gerai Nomor Induk Berusaha (NIB). Melalui gerai ini, para pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan secara langsung dalam proses pembuatan dan penerbitan NIB. Pendampingan tersebut dipantau langsung oleh Plt. Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan legalitas bagi pelaku usaha.

db88a949-6c53-42b1-8e42-3c6c1faab345.webp

Selain penguatan legalitas, kegiatan juga memberikan pendampingan kepada Pelaku Usaha Besar dan UMKM terkait penggunaan aplikasi Sikertas. Aplikasi tersebut menjadi salah satu media untuk membantu mengadministrasikan serta mencatat kegiatan kemitraan antara Pelaku Usaha Besar dengan UMKM secara lebih tertata.

Melalui AKSARA Jabar 2026, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendorong UMKM memiliki legalitas, tetapi juga meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jejaring kemitraan, membuka akses pembiayaan dan investasi, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

AKSARA Jabar 2026 menjadi langkah kolaboratif untuk mewujudkan UMKM Jawa Barat yang semakin kuat, inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah