Investasi Kota Cirebon Lampaui Target

Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan (BPMPP) Kota Cirebon mencatat adanya pertumbuhan investasi yang begitu pesat tahun ini di Kota Cirebon. Berdasarkan catatan BPMPP, capaian investasi baru yang masuk ke Kota Cirebon sampai dengan akhir triwulan III/2014 mencapai Rp415 miliar. Ini berarti telah melampaui target pertumbuhan investasi sebesar 14 persen yang ditetapkan pemerintah daerah.

"Target capaian investasi Kota Cirebon kalau melihat dari Bappeda berdasarkan pertumbuhan perekonomian di Kota Cirebon itu kenaikannya 14 persen sehingga target kita tahun 2014 sebesar Rp380 miliar. Tetapi sampai bulan September target itu sudah terlampaui dengan realisasi investasi yang masuk mencapai Rp415 miliar,” jelas Kabid Penanaman Modal BPMPP Kota Cirebon, Edi Tohidi, Kamis (25/9).

Diketahui, realisasi investasi itu didominasi oleh sektor jasa perhotelan. BPMPP Kota Cirebon mencatat sedikitnya ada 8 hotel baru kelas berbintang dan melati yang siap dibangun di Kota Cirebon tahun ini.

Sementara itu, terkait dengan capaian investasi Penanaman Modal Asing (PMA), Kota Cirebon masih dihadapkan dengan persoalan ketersediaan lahan, khususnya investasi yang bergerak di sektor perindustrian. Hal itu sebagaimana diungkapkan Icip, Kasi Promosi Penanaman Modal di BPMPP Kota Cirebon.

Di tahun 2014 ini, terdapat beberapa calon investor PMA yang gagal menanamkan investasinya di Kota Cirebon akibat ketiadaan lahan sesuai kebutuhan. Jika pun ada, harga tanah begitu mahal. Beberapa calon investor PMA itu antara lain dari Jepang dan Korea. Investor dari Jepang berencana membangun pabrik yang memproduksi alat tulis kantor (ATK) salah satu merk ternama.  

Lokasi pabriknya rencana dibangun di daerah Kalijaga Pegambiran yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Cirebon. Luas lahan yang dibutuhkan mencapai 2 Hektar. Namun investor keberatan dengan harga tanah di daerah tersebut yang mencapai Rp500 ribu/m2.  Begitu juga investor PMA dari Korea, yang berencana menanamkan investasinya di Kota Cirebon untuk industri pakan ternak dan peternakan.  

Namun karena sulitnya mendapatkan lahan di Kota Cirebon, sehingga mereka melakukan ekspansi ke wilayah Indramayu. Sedangkan di Kota Cirebon, investor Korea tersebut hanya mendirikan kantor perusahaan dan mesin penetasan saja.

http://Fajarnews.com, Cirebon

Last Update On : 24 Januari 2015 14:43:03   Posted By : Developer Pragma

Booklet Investasi
Link Terkait

Pesan Dari Masyarakat
Statistik Pengunjung
Hari Ini  :  252
Kemarin  :  4
Bulan Ini  :  838
Tahun Ini  :  1895
Total  :  8172